Informasi Tentang Virus Corona
Penulis : Adv. Lilis Supriatin, SH.
Apa itu Virus Corona dan COVID-19 itu ?
Virus Corona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle east Syndrome (MERS) dan Sindrom pernafasan akut berat atau Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus Corona jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Virus Corona 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Virus Corona Disease-2019 (COVID-19).
COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar Virus Corona yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis virusnya. Gejalanya mirip dengan SARS, namun angka kematian SARS (9,6%) lebih tinggi dibanding COVID-19 (kurang dari 5%), walaupun jumlah kasus COVID-19 jauh lebih banyak dibanding SARS. COVID-19 juga memiliki penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS.
Gejala umum Virus Corona berupa demam ≥ 380oC, batuk kering dan sesak napas. Jika ada orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara terjangkit, atau pernah merawat/kontak erat dengan penderita COVID-19, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.
Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk flu, sakit tenggorokan, batuk, dan demam. Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap. Walaupun angka kematian penyakit ini masih rendah (sekitar 3%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah. Melihat perkembangan hingga saat ini, lebih dari 50% kasus konfirmasi telah membaik, dan angka kesembuhan akan terus meningkat.
Bagaimana manusia bisa terinfeksi COVID-19 ?
Seseorang dapat terinfeksi dari penderita COVID-19. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda disekitarnya. Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, kemudian orang tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang sakit, menggunakan masker dan sering mencuci tangan.
Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. Saat ini WHO menilai bahwa resiko penularan dari seseorang yang tidak bergejala COVID-19 sama sekali sangat kecil kemungkinannya. Namun, banyak orang yang teridentifikasi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk, ringan atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penelitian untuk menentukan periode atau masainkubasi COVID-19.
Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama COVID-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meskipun studi awal menunjukan bahwa COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan. Namun disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi dan membiasakan mencuci tangan dengan air dan sabun atau hand-sanitizer berbasis alcohol, serta hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif untuk melindungi diri.
Orang yang tinggal atau bepergian di daerah dimana virus COVID-19 bersikulasi sangat mungkin beresiko terinfeksi. Mereka yang terinfeksi adalah orang-orang yang dalam 14 hari sebelum muncul gejala melakukan perjalanan dari daerah dengan zona merah COVID-19 atau yang kontak erat, seperti anggota keluarga, rekan kerja atau tenaga medis yang merawat pasien sebelum mereka tahu pasien tersebut terinfeksi COVID-19. Petugas kesehatan yang merawat pasien yang terinfeksi COVID 19 beresiko lebih tinggi dan harus konsisten melindungi diri mereka sendiri dengan prosedur pencegahan dan pengendalian infeksi yang tepat.
Informasi terbaru peta sebaran COVID-19 yaitu, kasus terkonfirmasi sebanyak 4.211.460 dengan tambahan 2.057 kasus terkonfirmasi, kasus aktif sebanyak 38.652 berkurang 1618 kasus aktif atau 0,9%, untuk sembuh sebanyak 4.031.099 orang dengan tambahan 3.551 atau 95,7% kasus sembuh dari COVID-19, kasus meninggal sebanyak 141.709 dengan tambahan sebanyak 124 kasus meninggal atau 3,4%. Untuk sampai saat ini jumlah orang yang telah di Vaksinasi dosis pertama sebanyak 88.531.137, sedangkan total jumlah orang yang telah di Vaksinasi dosis ke dua sebanyak 49.655.718 orang.
Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya virus ini adalah sebagai berikut :
- Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas atau kekebalan tubuh meningkat.
- Mencuci tangan secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-sanitizer berbasis alcohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
- Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
- Hindari konntak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
- Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
- Gunakan masker penutup mulut dan hidung ketika anda sakit atau saat anda berada di tempat umum
- Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan anda.
- Menjaga jarak minimal jarak 5 meter dan menghindari kerumunan jika di tempat umum.
- Menunda perjalanan ke daerah/negara dengan tingkat kasus penyebaran virus cukup tinggi.
- Hindari bepergian ke luar rumah saat anda merasa kurang sehat, terutama jika anda merasa demam, batuk, sulit bernafas bahkan sampai hilang indra penciuman (anosmia). Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya anda pernah melakukan perjalan ke daerah dengan tingkat kasus penyebaran virus cukup tinggi atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
- Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi yang tepat dapat membantu anda melindungi diri anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.
Sumber : Kementrian Kesehatan RI